Sabtu, 08 Desember 2012

Goresan Pena #9

“Menyeka air mata. Biarkanlah menetes sempurna. Itu adalah kebahagiaan yang selama ini dicari bukan? Yang tak akan pernah didapat di tempat lain”. Sebuah pesan singkat yang saudaraku kirimkan. Sebuah perenungan. Bahwa sejatinya air mata yang jatuh karena mengingatNya, itulah sesuatu yang dicari. Bagaimana pun caranya. Bisa merasakan kedekatan dengan Nya, bisa merasakan kehadiranNya, melihat keagunganNya, melihat bagaimana Ia memberikan kehidupan bagi hambaNya. Begitulah. Sebuah perjalanan yang sejatinya ingin menemukan hakikat kehidupan.

Yap, tepat tanggal 9-12 November kemarin, kubulatkan tekadku untuk menjelajah bumi di sisi yang lain. Sebuah kota besar, ibu kota negara yang saat ini aku tempati, Jakarta! Sebuah kota yang sebenarnya banyak menyimpan misteri. Dan kudapati banyak hal yang sedikit berbeda dengan yang aku lihat selama ini. Memang, Ia punya segala macam cara untuk memberikan kehidupan, menebarkan kasih sayang dan rahmatNya. Termasuk di sini! Aku belajar banyak. Alhamdulillah... (17 November 2012)

Goresan Pena #8

Jangan pernah merasa bahwa hidup berhenti karena kondisi yang sulit. Kehidupan bercahaya bisa kita ciptakan jika hati, pikiran, dan energi kita mau bergerak dalam semangat yang positif (sang burung biru). Aku baru mengutak atik hpku dengan mengirim beberapa sms balasan. Tak berapa lama kemudian, hpku bergetar. Yap, tanda sms masuk. Kubuka sms itu. Oh, dari dek Desi. Dan kudapati pesan itu. Ketika aku baca, hmm, pas dengan suasana hatiku. Yap, Alloh memang tau banget kondisi hambaNya, termasuk kondisiku saat ini. Di saat kondisi yang seperti ini, Alloh kemudian mengingatkanku melalui sms yang dikirim dek Desi. Yap, aku pasti bisa melalui semua kondisi ini. Membuat kehidupanku bercahaya, bukan merasa bahwa hidupku harus berhenti pada kondisi yang sulit. Bis yang aku tumpangi terus melaju. Melaju, setelah melewati Pamanukan. Kuhela nafas sejenak sambil memandangi nuansa malam bersama melajunya bis yang aku tumpangi. Kuyakinkan sekali lagi pada diriku. Aku pasti bisa membuat semuanya lebih baik. Bismillah. #Memori bersama bis Ramayana, 12 November 2012

Goresan pena #7

Pertama kali ini aku menaiki bis Trans Jakarta. Yak, pada akhirnya aku bisa memandangi panorama Jakarta. Panorama yang selama ini hanya aku bisa saksikan lewat televisi, koran, googling di internet. Trans Jakarta, mirip dengan bis yang ada di Jogja. Trans Jogja. Aku melewati berbagai macam halte. Halte Semanggi, Halte Grogol, hingga halte ....

Ada satu pemandangan berbeda. Antara Trans Jogja dan Trans Jakarta. Ku baca satu papan bertulisan di depanku. Ruangan Khusus Wanita. Hmm, aku berdecak kagum dalam hati. Subhanalloh ya wanita memang spesial. Bahkan di dalam bis pun ada ruangan yang khusus disediakan untuk wanita. Aku tolehkan kepada perempuan yang ada di seberangku. Aku pikir dia seumuran denganku. Anak kuliah. Tapi ternyata dia masih SMA. Aku tanyakan padanya. Hmm, kenapakah harus ada ruangan spesial buat wanita di dalam bis ini. Setelah aku tau, oh, rupanya begitu. Jadi memang beberapa waktu yang lalu sempat terjadi kasus pelecehan wanita di dalam bis Trans Jakarta. Sehingga, kemudian ada kebijakan seperti ini. Aku hanya berkata dalam hati, “Baguslah, memang harusnya demikian!” Dan ucap syukur dalam batinku. “Alhamdulillah!” (11 November 2012)