Uhh, awalnya ngrasa males buat melangkahkan kaki, menghidupkan motor,
melaju menuju markas TDA kampus. Ngrasa begitu jauh dari posisiku sekarang.
Gang Kumojoyo ke Jalan Bimasakti no.18. Tapi, bismillah kutekadkan aku
melangkah untuk silaturahmi dan tholabul ilmy.
Kurang lebih jam 17.00an aku sampai di depan markas TDA (tempat ini aku
temukan setelah aku berkeliling melewati jalan bimokudo, bimokunthing, dan
barulah kutemukan jalan bimosakti. Hahaha, aku lupa gak melihat alamat markas
TDA sebelum aku berangkat). Dan karena faktor inilah yang kemudian menyebabkan
aku tertinggal dari rombongan anak TDA (yah, selain aku memang berangkat terlambat).
Pasca kutanyakan pada seorang bapak yang ada di markas TDA tentang
rombongan anak TDA yang akan berangkat menuju edu hostel (beliau bilang bahwa
mereka sudah berangkat sedari tadi), aku bergegas berangkat ke sana. Belajar
dari kesalahanku sebelumnya, maka akau segera memastikan denah tempat acara dan
kepastian apakah aku masih bisa berangkat ke sana atau nggak (takut tiketnya
habis. Hehe)
Dan ternyata, aku segera mendapatkan balasan sms tentang denah tempat
dan kepastian mendapat tempat di acara itu. Langsung ku arahkan motorku menuju
Jl. Suprapto no.18, “Edu Hostel”. Dari perempatan ‘ nol’ km, ke arah barat,
bangjo, masih lurus, ada belokan ke kanan; lewat belokan itu. Ada di kiri
jalan.
Jam 17.30, kurang lebih jam segitu, aku sudah berhasil memarkirkan
motorku di lantai dua tempat parkir motor di edu hostel. Langsung kulangkahkan
kaki melewati tangg- turunan, menyeberang lintasan parkiran, dan menaiki tangga
menuju lantai 2 hotel.
Kulihat ketika di lantai 2, ternyata baru ada segelintir orang saja
yang ada di sana. Ku isi lembar registrasi dan join dengan grup
freelancer.co.id.
Alhamdulillah, ternyata niatanku untuk silaturahmi dan tholabul ‘ilmy
membuahkan hasil yang subhanalloh; luar biasa. Subhanalloh, walhamdulillah,
walailahaillalloh, wallohuakbar. Ya rabbi lakalhamdulkama
yambaghilijalaliwajhika wa’adzimi sulthonik.
Mendapat pencerahan ilmu dari Pak Arif (owner dagadu), mb helmi (dari
freelancer), dan mas yogi (seorang pria yang udah merasakan bukti keberhasilan
bisnis freelancer).
Ada beberapa poin yang sempat aku
tuliskan di buku kecilku tentang apa yang aku dapatkan dari pembicaraan di
acara ini.
Dari Pak Arief, seperti ini :
-Bahwa
kunci bisnis pertama adalah menemukan minat kita.
-Modal
bisnis yang jauh lebih penting dari sekadar materi-uang, adalah kepercayaan dan
persaudaraan. Modal silaturahmi.
-Kunci
kesuksesan bisnis : ketekunan, eksistensi, dan keistiqomahan.
-Bisnis
yang sekarang sedang merebak di Indonesia adalah bisnis ekonomi kreatif.
-Hari
gini, realita saat ini, terkait kondisi dunia bisnis ada 6 hal : tak ada jarak
dan waktu, transparansi, customer power, low cost technology, kerumunan
kompetitor, dan ketidaksantunan dalam bisnis.
-Bisnis;
ATM (Amati-Tiru-Modifikasi). Berhenti pada amati dan tiru, hanya akan berhenti
pada komoditas, tidak sampai pada merek. Sampai pada merek, apabila langkah
yang dilakukan sampai pada tahapan modifikasi.
-Untuk
sebuah produk yang kita miliki berikan pemanis pada produk kita (ex. pada
packaging)
-Pola
pikir strategis; analisis, logis, linear, numerik, verbal. Pola pikir kreatif;
intuitif, emosional, spasial. Bersyukurlah yang memiliki bisnis secara
partnership; apalagi dia yang memiliki karakter dan pola pikir yang berlawanan
dengan kita; justru itu saling melengkapi dan kita bisa belajar dari itu.
-3
pokok bisnis : kreativitas-protection-eksploitation (itu akan berputar, semacam
siklus)
Dari Bu Helmy, penggedhe
freelancer; beliau bilang begini : bahwa memulai bisnis berwal dari hobi. No
Guts, No Glory. Yang bisa kita dapatkan dari menjadi freelancer: networking,
modal, keahlian. Di Indonesia ada 17 % yang minat bisnis dan hanya ada 1,56%
yang bener-bener jadi enterpreneur. Padahal pertumbuhan ekonomi akan optimal
ketika presentase orang yang jadi enterpreneur di sebuah negara adalah seberasr
2 %. So, di Indonesia masih butuh 4,8 juta pengusaha. Hambatan bagi sesorang yang
punya pola pikir maju adalah sebagai opportunity,
Oiya satu lagi yang aku dapetin,
aku dapet temen. Namanya Mbak Fira. Beliau adalah seorang yang baru menempuh S2
Magister Manajemen; punya bisnis brownis ubi ungu. Dan kita saling share ilmu.
Hmm, tukeran kartu nama. Ngobrol, berbagi ilmu. Mantap deh.
Huaaa, hari yang luar biasa bagiku. Ini nih, efek dari niatan
silaturahmi, tholabul ilmy. Keren euy… Besok-besok lagi aaah…